Properti Kebudayaan Penting
Menara Lonceng
Periode Edo (tahun ke-11 Era Bunka, 1814)
Menara lonceng dibangun dengan gaya gerbang menara, mengikuti gaya arsitektur Zen.
Di sisi selatan terdapat bukaan di tengah dengan sankarato yang menampilkan tangga interior yang mengarah ke platform yang ditinggikan untuk membunyikan lonceng.
Strukturnya dibangun dengan irimoya-zukuri (atap runcing dan berpingul), dengan hakamagoshi, yaitu dasar strukturnya melebar seperti benteng kastil. Seluruhnya terbuat dari kayu zelkova.
Lantai pertama memiliki pilar-pilar persegi yang didirikan, dengan mitesaki yang menopong beranda kirimeen (beranda dengan papan kayu dipasang tegak lurus dengan ambang pintu) dengan langkan.
Lantai kedua memiliki pilar-pilar silinder, dengan perangkat ornamen nakazonae (elemen yang menopang beban dan menghiasi ruang di antara pilar) yang teridiri dari penyangga minozuka dan kaerumata.
Kompleks braketnya juga memiliki desain tiga langkah, dan tidak adanya kasau ekor mencerminkan arsitektur tradisional Prefektur Shiga dari periode Kamakura (1185-1333) dan seterusnya.
Keseluruhan desainnya seimbang, menunjukkan keindahan yang ramping.
Properti Kebudayaan Penting
Periode Edo (tahun ke-11 Era Bunka, 1814)
Panduan audio
Panduan Audio Sedang Diputar
*Mohon menikmati panduan audio dengan earphone Anda sendiri dan perhatikan agar tidak mengganggu orang lain.
patung Aizen Myoo
Kuil Bimyoji
Chikara-ken
Benkei Chikara Mochi
zaman Meiji
1868-1912
balok pengikat (uchinori)
Balok pengikat (uchinori) adalah istilah yang mengacu pada kamoi (ambang pintu atas). Istilah ini digunakan juga untuk menunjukkan jarak dari shikii (ambang pintu bawah) ke kamoi (ambang pintu atas).
tungku batu
ema (tablet nazar)
Pada zaman dahulu, ketika berdoa kepada dewa-dewa Shinto dan Buddha, orang-orang biasanya menyumbangkan kuda suci, tetapi kemudian mulai mempersembahkan plakat kayu yang dilukis yang menggambarkan kuda, yaitu ema. Setelah itu, lukisan zodiak Cina dan motif lainnya mulai dilukis di ema.
Kanal Danau Biwa
Jalur air buatan yang membentang dari Danau Biwa ke Kyoto, yang secara kolektif digunakan untuk merujuk pada Kanal Pertama, yang selesai pada tahun 1890, dan Kanal Kedua, yang selesai pada tahun 1912. Selain berfungsi sebagai jalur transportasi, kanal ini juga memfasilitasi pembangkit listrik tenaga air dan pengembangan sistem pasokan air dan pembuangan limbah, yang secara signifikan memajukan fungsi perkotaan Kyoto.
atap dilapisi kulit pohon hinoki
Atap dilapisi dengan kulit pohon hinoki menggunakan teknik paku dari paku bambu
patung yang digambarkan di atas perahu
kake-zukuri (menggantung)
Gaya arsitektur yang melibatkan pemasangan pilar atau balok panjang pada fondasi lantai di lokasi dengan perbedaan ketinggian yang signifikan, seperti tebing, untuk membangun bangunan di atasnya.
sangawara
Jenis atap dengan hanya satu jenis genteng, yang penampangnya bergelombang, digunakan. Metode ini ditemukan pada zaman Edo (1603-1868). Genteng ini dulu disebut genteng “sederhana”, karena lebih ekonomis, dibandingkan genteng yang digunakan untuk genteng sempurna. Saat ini, ruko tradisional machiya dan perumahan penghunian tradisional memiliki jenis atap ini.
hogyo-zukuri
Sejenis atap untuk bangunan bujur sangkar, di mana setiap puncak bubungan atap berkumpul di titik tengah. Ditulis juga dengan huruf kanji berbeda yang berarti bujur sangkar.
Ziarah Kannon Saigoku, Chichibu, dan Bando
Situs ziarah Kannon di Saigoku, Chichibu, dan Bando mengacu pada total 100 situs ziarah Kannon yang terdiri dari 33 situs di Saigoku, 34 situs di Chichibu, dan 33 situs di Bando.
kasau ekor
Kasau yang memanjang secara diagonal ke bawah dari kumimono (kompleks braket).
kaerumata
Merupakan komponen struktur kayu yang diletakkan di antara 2 balok horizontal tersusun secara pararel dan berbentuk kedua ujung melebar dan melengkung ke arah bawah seperti kaki katak terbuka (“kaeru” berarti “katak”, dan “mata” berarti “selangkangan”). Selain itu, dikatakan juga bahwa nama tersebut berasal dari “karimata”, sejenis bentuk mata panah, yang ujungnya terbelah 2.
penyangga minozuka
Balok penyangga berbentuk plektrum (sebuah benda kecil datar yang digunakan untuk memetik atau membunyikan alat musik berdawai) pada bagian atas yang diterapkan ukiran dekoratif tanaman.
nakazonae
Nakazonae adalah bahan penyangga yang terletak di antara kumimono (kompleks braket) dan mendukung berbagai balok. Ini terutama berfungsi sebagai elemen struktural, tetapi memiliki elemen dekoratif yang kuat.
beranda kirimeen
Jenis beranda dengan lantai papan. Papan-papan tersebut diletakkan di sudut kanan ke ambang pintu dengan ujung-ujungnya terbuka ke luar. Gaya ini terlihat pada nureen (beranda yang dipasang di luar bangunan).
langkan
Untuk pencegahan terjatuh, pegangan tangan dipasang di tepi luar koridor yang mengelilingi lantai.
mitesaki
Salah sejenis tokyō (penyangga dougong/konsol kayu). Dilihat dari samping, 3 susunan penyangga balok menonjol dari dinding.
hakamagoshi
Bagian bawah dari menara lonceng dan menara genderang yang melebar ke bawah.
benteng kastil
Fondasi untuk membangun kastil dan dibangun lebih tinggi dari daerah sekitarnya. Biasanya dibangun dengan dinding batu.
sankarato
Pintu yang terdiri dari bingkai vertikal dan bingkai horizontal dengan papan tipis dan kisi-kisi renji dipasang di antaranya.
gerbang menara
Sebuah gerbang berdua lantai. Memiliki atap hanya pada lantai 2 saja, tidak memiliki atap pada lantai 1. Koshigumi, serangkaian kayu penyangga saling bertautan dipasang di bawah serambi.
gaya arsitektur Zen
Gaya arsitektur yang dibawa oleh biksu sekte Zen dari Tiongkok pada awal periode Kamakura. Juga disebut karayo.
menara lonceng
Sebuah bangunan di dalam lingkungan kuil di mana lonceng kuil tergantung.
enam prefektur di wilayah Kinki
Prefektur Kyoto, Prefektur Osaka, Prefektur Hyogo, Prefektur Shiga, Prefektur Nara, Prefektur Wakayama
Kakuchu
Seorang biksu pada akhir periode Heian (794-1185). Hidup dari tahun 1118 hingga 1177. Putra Fujiwara no Tadamichi. Belajar di bawah bimbingan Zochi di Kuil Miidera. Bertugas sebagai pembimbing ketika Kaisar Go-Shirakawa mengambil sumpah Buddha. Memegang jabatan sebagai kepala pendeta Tendai dan kemudian menjabat sebagai administrator Kuil Onjo-ji. Selama waktu itu, ia diangkat sebagai pendeta tinggi agung (daisojo). Juga dikenal sebagai seorang penyair.
Gyoson
Seorang biksu dan penyair dari periode Heian (794–1185) serta cicit Kaisar Sanjo. Ia hidup dari tahun 1057 hingga 1135. Ia adalah putra dari Penasehat Madya Minamoto no Motohira dan memasuki kehidupan biara pada usia 12 tahun dengan bergabung ke Kuil Miidera. Setelah menjalani latihan pertapaan di Gunung Omine, beliau menerima pangkat inisiasi dari Raigo pada usia 25 tahun. Reputasinya tumbuh karena efektivitas doanya diakui, membuatnya menjadi biksu penjaga Kaisar Toba. Beliau diangkat sebagai administrator dan pendeta agung di Kuil Onjoji. Terkenal karena kaligrafi, permainan biwa, dan puisi waka-nya, karya-karya yang dihasilkannya selama praktik pertapaannya di Gunung Omine dihargai oleh generasi berikutnya sebagai pendahulu gaya puisi Saigyo.
periode Heian
Periode Heian berlangsung selama sekitar 400 tahun sejak pemindahan ibu kota oleh Kaisar Kanmu pada tahun 794 hingga pendirian Keshogunan Kamakura pada tahun 1185, yakni selama pemerintahan pusat berada di Heian-kyo (Kyoto saat ini). Secara umum, periode ini dibagi menjadi tiga bagian: periode Heian Awal, Tengah dan Akhir. Dengan kata lain, periode kebangkitan kembali sistem politik berdasarkan kode Ritsuryo, periode wali kaisar, dan periode Insei (diperintah oleh seorang mantan kaisar). (Akhir periode Heian diperintah oleh klan Taira.) Juga disebut periode istana Heian.
Sutra Kannon
Nama lain untuk salah satu bab dalam Sutra Teratai yang disebut "Kanzeon Bosatsu Fumonbon ke-25". Sutra ini berbicara tentang kekuatan Bodhisattva Kannon dan keyakinan bahwa jika seseorang percaya pada welas asihnya dan melafalkan namanya, dia akan menyelamatkan mereka.
Kaisar Gosanjo
Kaisar Gosanjo (1034-1073) adalah kaisar yang memerintah pada periode pertengahan Heian. Pangeran kedua Kaisar Gosuzaku. Nama aslinya Takahito. Dia menekan penggunaan kekuasaan klan Fujiwara yang sewenang-wenang dan mendirikan kantor catatan untuk mengatur pertanahan milik bangsawan untuk mengakhiri penyalahgunaan politik. (Masa pemerintahan 1068–1072)
periode Edo
Nama periode yang berlangsung kurang lebih 260 tahun sejak Tokugawa Ieyasu mendirikan Keshogunan pada tahun 1603 setelah memenangkan Pertempuran Sekigahara pada tahun 1600 hingga pengembalian kekuasaan ke kekaisaran dari keshogunan oleh Tokugawa Yoshinobu (Restorasi Meiji) pada tahun 1867. Disebut juga dengan periode Tokugawa.
Danau Biwa
Danau patahan yang indah ini terletak di pusat prefektur Shiga. Memiliki luas permukaan 670,3 ㎢ terbesar di Jepang. Ketinggian permukaan adalah 85 meter, dan kedalaman maksimum 104 meter. Airnya memiliki kepentingan besar untuk air minum, irigasi, transportasi, pembangkit listrik, dan perikanan, sebab wilayah yang luas yang menerima air dari danau ini. Ada beberapa pulau seperti Oki-shima, Chikubu-shima, Take-shima, dan Okinoshiraishi. Juga disebut laut Omi dan Nionoumi.
Ishizuki-no-Zu
patung Rennyo Shonin
patung Shinran Shonin
gejin (ruang suci bagan luar)
naijin (ruang suci bagian dalam)
kohai
Dalam arsitektur kuil atau aula Buddha, kohai merupakan struktur atap yang menonjol ke depan bangunan di atas tangga depan. Fasilitas di mana pendeta dan jamaah dapat beribadah dari bagian depan aula.
hongawara-buki
Metode pemasangan atap dengan dua jenis genteng, genteng cekung dan genteng cembung semi silinder, dipasang secara selang-seling. Metode bersejarah ini telah digunakan sejak Kuil Asukadera dibangun, yaitu kuil skala penuh pertama di Jepang dan dibangun pada akhir abad ke6.
irimoya-zukuri
Atap pelana (kirizuma-zukuri) di atas bagian struktur bangunan dan atap limasan dipasang pada bagian keempat sisi lis. (struktur atap pelana & limasan)
era Genroku
Era Genroku adalah istilah yang mencakup periode pertengahan Edo (1688-1704) selama masa pemerintahan shogun kelima Tokugawa Tsunayoshi (1680-1709). Ini merupakan masa ketika otoritas shogun mencapai puncaknya, ditandai oleh kebijakan pemerintahan sipil. Era ini menyaksikan kemajuan dalam pertanian dan perdagangan, bersama dengan kebangkitan masyarakat kota. Semangat penyegaran meresap ke dalam bidang keilmuan dan budaya, menghasilkan budaya Genroku yang mewah.
burung pembawa keberuntungan
balok lengkung (koryo)
Balok yang melengkung ke atas. Namanya diambil dari pelangi yang muncul setelah hujan.
gulungan brokat emas (kinran-maki)
Salah satu teknik dekorasi pada tiang dan sejenisnya. Menghiasi bagian atas tiang di gerbang aula atau di dalam bangunan kuil dengan lukisan yang terlihat seolah-olah telah ditutupi dengan kain brokat emas.
shumidan (altar utama)
Sebuah platform yang digunakan untuk mengabadikan patung Buddha dan tokoh-tokoh lainnya.
ruang ai-no-ma
Area di mana bangunan-bangunan terhubung dan disatukan di bawah satu atap.
Aula Raido
Tempat untuk mengakomodasi para jemaah.
Aula Shodo
Tempat di mana objek utama pemujaan diabadikan.
patung Okotsu Daishi (yang berisi sisa-sisa Daishi)
Patung Okotsu Dishi adalah patung yang menggambarkan Chisho Daishi dalam posisi duduk, yang merupakan Harta Karun Nasional. Setelah kematiannya, patung tersebut dibuat menyerupai Chisho Daishi dan tulang-tulangnya disimpan di dalamnya. Hingga sekarang, sesuai dengan wasiat terakhir Chisho Daishi, patung tersebut diabadikan sebagai patung Buddha tersembunyi yang suci di kedalaman Aula Daishido Kuil Toin.
periode Kamakura
Nama periode yang berlangsung selama kurang lebih 150 tahun sejak Minamoto no Yoritomo mendirikan Keshogunan di Kamakura hingga kematian Hojo Takatoki pada tahun 1333.
pola arabesque
Istilah ini mengacu pada motif tanaman yang bergaya untuk menggambarkan bentuk daun, batang, atau tanaman merambat yang saling bersilangan atau memanjang. Biasanya ini tidak merujuk pada spesies tertentu.
ukiran dari satu blok kayu (ichiboku-zukuri)
Teknik ukiran kayu di mana kepala dan bagian tubuh utama patung diukir dari sepotong kayu.
ujung jubah
Kangakuin
patung Chuson Daishi
Toin
Chisho Daishi
Lahir di kota Zentsuji, prefektur Kagawa (kini) pada 814. Ayahnya berasal dari klan Wake, dan ibunya adalah keponakan Kukai. Pada usia 15 tahun, dia ke Gunung Hiei dan menjadi murid Gishin (778–833). Pada usia 40 tahun, ia pergi ke Tang Tiongkok pada tahun 853, belajar ilmu Tendai dan Buddhisme Vajrayana di Gunung Tiantai (Tendai) dan Chang'an. Kemudian, dia menyebarkan apa yang telah dia pelajari setelah kembali di Jepang. Dia menyimpan kitab sutra yang dibawa kembali dari Tang Tiongkok di Aula Toin dan menjabat sebagai kepala administrasi pertama. Dia kemudian mendirikan fondasi untuk mempromosikan Kuil Miidera akan menjadi kuil utama cabang Jimon, dengan menunjuk Kuil Miidera sebagai kuil cabang sekte Tendai. Ia diangkat sebagai kepala biksu Tendai ke5 pada tahun 868 dan mengabdikan dirinya untuk kemasyuran agama Buddha selama 23 tahun yang mengesankan. Dia meninggal pada tanggal 29 Oktober 891.
emon (lipatan dan draperi)
mahkota singa
mata yang diukir (chogan)
Chogan adalah suatu teknik pengukiran mata yang terlihat pada patung kayu
yosegi-zukuri
Yosegi-zukuri adalah teknik ukiran kayu yang menggabungkan beberapa potongan kayu untuk membentuk kepala atau batang tubuh patung. Keunggulan teknik ini termasuk mengurangi berat dengan mengosongkan bagian dalam, serta memungkinkan pembuatan patung besar dengan jumlah kayu yang lebih sedikit. Teknik ini unik di Jepang, dan disempurnakan dari pertengahan hingga akhir zaman Heian (794-1185).
Bishamonten
Salah satu dari 4 Raja Dewata dan juga salah satu dari 12 dewa. Disebut bahwa dia tinggal di bagian sisi utara Gunung Sumeru dan melindungi arah utara bersama Yaksha dan Rakshasa. Juga disebut sebagai dewa yang melindungi harta karun. Dia digambarkan sebagai panglima perang berbaju besi yang marah, memegang stupa di satu tangan dan tombak atau tongkat harta karun di tangan lainnya. Salah satu dari 7 Dewa Keberuntungan di Jepang. Dia juga disebut Tamonten, dan nama ini biasanya digunakan sebagai 4 Raja Dewata. Ada juga sebutan lain untuknya, Kubira (Kubera dalam bahasa Sansekerta), yang merupakan penguasa kekayaan dalam mitologi Hindu.
patung Nyoirin Kannon postur duduk
Memiliki 1 wajah dan 6 lengan. Dibuat dengan teknik yosegi-zukuri (dirangkai dengan komponen kayu), bermata berukir dan dilapisi kertas emas dengan pernis. Penampilannya dengan wajah bulat, miring ke kanan, punggung jari salah satu tangan kanan di pipi dengan lutut kanan berdiri, anggun dan indah. Mahkota kerawang besar di kepala dan kalungnya ditambahkan masa kemudian.
Aula Kannondo
Ziarah Kannon Saigoku
Rute ziarah untuk menyembah Kannon (Awalokiteswara/Kwan Im) dengan mengunjungi 33 kuil Buddha yang terletak di 6 prefektur di wilayah Kinki dan prefektur Gifu. Merupakan rute ziarah tertua dan banyak penganut mengunjunginya. Catatan tertua adalah catatan ziarah yang ditulis dalam “Jimon-Koso-ki” (catatan pendeta kelas tinggi sekolah Jimon) oleh Gyoson (1055–1135) dan Kakuchu (1118–1177). Keduanya adalah biksu di kuil Miidera pada periode Heian (794–1185), dan Kuil Miidera sangat mempengaruhi pembentukan Ziarah 33 Kannon Saigoku . Ziarah Saigoku 33 Kannon menjadi populer di kalangan orang-orang pada periode Muromachi (1336–1573) dan seterusnya. Rute ziarah lainnya yang disebut versi salinan dari Ziarah 33 Kannon Saigoku seperti Ziarah 33 Kannon Bando di Wilayah Kanto dan Ziarah 34 Kannon Chichibu didirikan di seluruh negeri. Ditetapkan sebagai situs Warisan Jepang pada tahun 2019 sebagai "Ziarah 33 Kannon Saigoku — sebuah perjalanan ‘aktivitas akhir kehidupan’ Jepang dengan sejarah 1.300 tahun".